Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama dan tanggung jawab sosial institusi, bantuan kemanusiaan dari Fakultas Kedokteran UIN Walisongo Semarang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Aceh Tamiang. Bantuan ini menyasar sejumlah titik pengungsian yang berada di kawasan pelosok dan masih dapat dijangkau oleh tim relawan lapangan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke enam desa posko pengungsian yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu:
1. Desa Paya Rahat, Kecamatan Banda Mulia
2. Desa Suka Jadi, Kecamatan Banda Mulia
3. Desa Teulaga Meuku II, Kecamatan Banda Mulia
4. Desa Perkebunan Upah, Kecamatan Bendahara
5. Desa Matang Cincin, Kecamatan Manyak Payed
6. Desa Matang Ara Jawa, Kecamatan Manyak Payed
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga dialokasikan secara adaptif sesuai kebutuhan lapangan. Sebagian dana dimanfaatkan untuk pengadaan tambahan obat-obatan anak dan susu balita, sebagai bentuk perhatian terhadap kelompok rentan yang terdampak langsung oleh kondisi darurat pascabencana.
Yang mengharukan, proses penyaluran bantuan turut dibantu oleh relawan lokal yang juga merupakan korban terdampak banjir. Salah satu relawan, Rizki Muhammad, tetap mendedikasikan dirinya untuk membantu masyarakat sekitar, bahkan membuka layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat terdampak.
Dedikasi ini menjadi potret nyata solidaritas kemanusiaan bahwa di tengah keterbatasan dan duka, masih tumbuh kepedulian untuk saling menguatkan. Kehadiran layanan kesehatan gratis di posko pengungsian turut memberikan harapan dan rasa aman bagi warga yang sedang berjuang memulihkan kondisi kehidupan mereka.
Melalui kegiatan ini, FK UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir dalam ranah akademik, tetapi juga turut mengambil peran aktif dalam respon kemanusiaan, menghadirkan ilmu, empati, dan aksi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini menjadi wasilah kebaikan dan menguatkan ikatan kemanusiaan di tengah ujian bencana.



