Semarang – Fakultas Kedokteran UIN Walisongo Semarang menggelar Dies Natalis ke-1 pada Kamis (9/4/2026) di Ruang Teater Gedung Saleh Darat UIN Walisongo sebagai momentum refleksi dan penguatan komitmen dalam membangun fakultas yang unggul dan berintegritas. Kegiatan ini dihadiri Rektor, jajaran pimpinan universitas, serta civitas akademika Fakultas Kedokteran.
Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Sugeng Ibrahim, AAM, menyampaikan bahwa dalam satu tahun perjalanannya, Fakultas Kedokteran terus menunjukkan perkembangan positif, terutama dari sisi kualitas mahasiswa.
“Potensi mahasiswa kedokteran UIN Walisongo luar biasa, banyak dari mereka yang hafiz Al-Qur’an,” ujar Sugeng.
Ia menambahkan, keunggulan tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan kedokteran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag, dalam sambutannya menekankan pentingnya soliditas dan kekompakan seluruh elemen Fakultas Kedokteran dalam mengembangkan institusi yang masih tergolong baru.
“UIN Walisongo membawa nama Islam dan Walisongo, sehingga aspek religiusitas tidak bisa dikesampingkan,” kata Musahadi.
Ia juga mengapresiasi perjalanan panjang berdirinya Fakultas Kedokteran yang telah dirintis sejak masa kepemimpinan sebelumnya.
“Ini adalah buah dari ide panjang yang sudah dirintis sejak masa Prof. Muhibbin. Kita patut mengapresiasi seluruh rangkaian sejarah berdirinya Fakultas Kedokteran ini,” tambahnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pengelolaan fakultas perlu dilandasi ketulusan dan keikhlasan agar dapat berkembang secara optimal.
Peringatan Dies Natalis ke-1 ini juga diisi dengan orasi ilmiah oleh dr. Sapto Wiyono, Sp.OG KFM, yang mengangkat tema “Membangun Kemandirian Upaya Kesehatan Lanjut Era Society 5.0.”
Melalui momentum Dies Natalis perdana ini, Fakultas Kedokteran UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai institusi pendidikan kedokteran yang unggul, integratif, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.