Semarang — Fakultas Kedokteran UIN Walisongo Semarang menghadirkan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-1 pada Kamis (9/4/2026) di Ruang Teater Gedung Saleh Darat. Orasi disampaikan oleh dr. Sapto Wiyono, M.Si.Med., Sp.OG., KFM, yang mengangkat tema “Membangun Kemandirian Upaya Kesehatan Lanjut dalam Era Society 5.0.”
Dalam orasinya, dr. Sapto menegaskan bahwa kemandirian kesehatan menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi pada era Society 5.0, di mana kecerdasan buatan, big data, dan digitalisasi telah mengubah lanskap pelayanan kesehatan secara fundamental.
Ia menjelaskan bahwa kemandirian kesehatan tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan individu untuk tidak bergantung pada layanan medis, tetapi mencakup kemampuan sistem, masyarakat, dan individu dalam memahami, mencegah, serta mengelola kesehatan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kemandirian tersebut bertumpu pada tiga pilar utama, yakni kapasitas pengetahuan (knowledge capacity), kapasitas sistem (system resilience), dan kapasitas perilaku (behavioral autonomy). Ketiga aspek ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, dr. Sapto menyoroti tantangan kesehatan di era disrupsi, di mana kemajuan teknologi justru menghadirkan paradoks, seperti meningkatnya ketergantungan, bias informasi, hingga fragmentasi dalam pelayanan kesehatan.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengembalikan pendekatan kedokteran yang holistik, dengan tidak hanya berfokus pada aspek biologis, tetapi juga memperhatikan dimensi psikologis, sosial, dan spiritual manusia.
“Pasien bukan sekadar objek medis, tetapi manusia utuh yang harus dipahami secara menyeluruh,” tegasnya dalam orasi tersebut.
Dalam rangka membangun kemandirian kesehatan, dr. Sapto mendorong adanya rekonstruksi paradigma, mulai dari pendekatan kuratif ke preventif, dari ketergantungan menuju pemberdayaan, dari teknologi menuju humanisme, serta dari sistem yang tersentralisasi ke pendekatan berbasis komunitas.
Ia menambahkan, Fakultas Kedokteran UIN Walisongo memiliki peran strategis dalam mewujudkan hal tersebut melalui pengembangan kurikulum kedokteran integratif, riset berbasis kebutuhan masyarakat, serta pencetakan dokter yang berilmu, beretika, dan berjiwa spiritual.
Orasi ilmiah ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Dies Natalis ke-1 Fakultas Kedokteran UIN Walisongo sebagai refleksi sekaligus arah pengembangan ke depan, khususnya dalam menghadapi tantangan kesehatan di era Society 5.0