Semarang. Fakultas Kedokteran (FK) UIN Walisongo Semarang sekali lagi menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat. Kamis (25/6/2026), Balai Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, berubah menjadi pusat keramaian setelah ratusan warga berdatangan untuk mengikuti pengobatan massal gratis yang digagas FK UIN Walisongo.
Mengusung tema “Sehat Bersama, Peduli Sesama”, kegiatan ini bukan sekadar bakti sosial biasa. Inilah momen istimewa: pengabdian masyarakat eksternal perdana yang dilaksanakan FK UIN Walisongo, menandai dimulainya kiprah Desa Ngesrepbalong sebagai desa binaan fakultas. Targetnya pun tidak main-main, 100 hingga 150 warga dilayani dalam satu hari, dan antusiasme warga yang membanjiri lokasi sejak pagi membuktikan betapa dibutuhkannya kehadiran layanan kesehatan seperti ini.
Layanan Lengkap, Standar Profesional
Sejak pagi, warga diajak melalui rangkaian pemeriksaan kesehatan yang disiapkan secara menyeluruh oleh tim FK UIN Walisongo: mulai dari anamnesis (konsultasi dan wawancara kesehatan), pengukuran tekanan darah, hingga tes laboratorium sederhana seperti pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Bagi warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, FK UIN Walisongo langsung menyediakan resep dan tindak lanjut medis sesuai hasil diagnosis dokter semuanya gratis tanpa dipungut biaya.
Inilah bukti bahwa ilmu kedokteran yang dikembangkan di UIN Walisongo benar-benar aplikatif dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Mahasiswa Unjuk Peran, Dosen Beri Teladan
Ketua Panitia kegiatan, dr. Angky Heri Satriawan, Sp.An-TI., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud konkret tanggung jawab perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Pengabdian kepada masyarakat harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. Kesehatan adalah kebutuhan dasar yang perlu dijangkau lebih dekat oleh masyarakat,” tegasnya.
Yang menarik, kegiatan ini juga menjadi panggung bagi mahasiswa FK UIN Walisongo untuk unjuk kompetensi. Sekar Aura dan Sandi Aulia, dua mahasiswa FK, tampil memberikan edukasi kesehatan mengenai hipertensi kepada warga mengupas faktor risiko, langkah pencegahan, hingga pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Ini menjadi bukti nyata bahwa kurikulum FK UIN Walisongo tidak hanya mencetak calon dokter yang kompeten secara klinis, tetapi juga terlatih berkomunikasi dan mengedukasi masyarakat sejak masih menjadi mahasiswa.
Lebih dari Sekadar Pengobatan, Ini Investasi Jangka Panjang
Respons antusias warga Ngesrepbalong menjadi sinyal kuat bahwa program desa binaan ini akan membawa dampak berkelanjutan. FK UIN Walisongo ingin menegaskan posisinya: kampus bukan hanya menara gading bagi pendidikan dan riset, melainkan mitra sejati masyarakat dalam menjawab kebutuhan kesehatan sehari-hari.
Ke depan, FK UIN Walisongo berkomitmen melanjutkan dan memperluas program serupa, agar semakin banyak desa dan warga yang dapat merasakan akses layanan kesehatan yang mudah, dekat, dan bermanfaat sejalan dengan visi UIN Walisongo sebagai kampus yang unggul dalam keilmuan sekaligus pengabdian kepada umat.