Semarang, 18 Agustus 2026 – Fakultas Kedokteran (FK) UIN Walisongo Semarang menyambut 50 mahasiswa barunya pada pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Mereka adalah bagian dari 4.623 mahasiswa baru UIN Walisongo yang diterima tahun ini.
Ke-50 mahasiswa FK tersebut lolos seleksi melalui tiga jalur, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Ujian Mandiri (UM). Mereka bergabung dengan peserta dari fakultas lain dalam acara pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat.
Keberagaman sebagai Kekuatan
Rektor menyebut mahasiswa baru berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari daerah asal, kondisi ekonomi, hingga budaya. Keberagaman itu akan menjadi kekuatan jika mereka saling mengenal (ta’aruf), belajar bersama (ta’allum), saling memahami (tafahhum), lalu saling menolong (ta’awun) untuk meraih prestasi.
Nilai kebersamaan ini sejalan dengan dunia kedokteran yang menuntut kerja sama tim, empati, dan sikap saling mendukung, baik di ruang kuliah maupun di layanan kesehatan kelak.
Calon Dokter Bertaraf Global
Rektor juga meminta mahasiswa tidak membatasi diri pada lingkup lokal. Di era digital, mereka diharapkan menjadi global student dengan memanfaatkan jejaring dan teknologi daring untuk berkolaborasi dan bersaing di tingkat dunia. Bagi mahasiswa FK, pesan ini menjadi dorongan untuk mengikuti perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi kesehatan secara global, tanpa meninggalkan landasan nilai keislaman dan kemanusiaan.
Ke-50 mahasiswa FK diharapkan turut berkontribusi mewujudkan visi UIN Walisongo, yaitu menjadi universitas Islam riset terdepan berbasis kesatuan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan dan peradaban pada 2038.
Tiga Pesan Rektor
Di akhir arahannya, Rektor menitipkan tiga pesan kepada seluruh mahasiswa baru:
Menjaga nama baik almamater UIN Walisongo.
Menjaga akhlak Islami selama menuntut ilmu.
Menjaga nama baik keluarga.
Bagi mahasiswa kedokteran, ketiga pesan ini menjadi pengingat bahwa profesi dokter menuntut integritas dan akhlak mulia, selain kecakapan akademik.